kisah klasik malas menulis

Posted in Uncategorized on March 16th, 2009

Menulis itu sebenarnya tidak sulit.

Menulis itu sebenernya tidak mudah.

Terkadang saya sering mengalami kesulitan ketika dipaksa atau secara sengaja meluangkan waktu seperti ini untuk menulis. Terlalu banyak ide yang hanya dipikirkan di kepala tetapi saat diminta pertanggungjawabannya untuk menuliskannya pada blog langsung eng ing eng, dower, blah, blah, blah. Entah mengapa entah kenapa. Jawaban terklasik dapat saya berikan, ala bisa karena biasa, practice makes perfect. Sempurna! Semudah itu jawabannya. Menyebalkan. Klasik bukan. That’s why saya selalu benci sekaligus cinta dengan sesuatu yang klasik.

Padahal menulis blog itu tidak ada aturannya, bebas pakem. Kecuali kalau kamu menentukan sendiri standar dalam penulisan blog kamu, misalkan TNM font 12 spasi double, margin kanan kiri 3 dan 4. Ha ha ha. Emang ada ya? Kamu mau tulis satu huruf, satu kata, satu kalimat, satu paragraph, satu wacana pun bebas lancar jaya. Jadi sebenarnya kenapa kita terkadang masih tetap saja mengalami kesulitan untuk menulis? Bagi saya, jawabannya adalah karena tanpa sadar saya telah menentukan dan memilih hal-hal apa saja yang akan atau berhak masuk di blog saya. Saya berpikir ini boleh dan itu tidak boleh *sekali lagi, kebanyakan dipikirin padahal itu gak boleh secara saya udah nulis kaya gini, hi hi hi*.

Di luar itu, mungkn banyak orang yang mengatasnamakan kesibukan sehingga tidak sempat lagi untuk menulis, *saya ingin sekali dapat berlindung di balik alasan itu, tapi plis deh! Saya udah tujuh bulan ini berleha-leha di rumah!*. Akhirnya semuanya dikembalikan pada niat, itikad, semagat, nazar, tujuan, motivasi kamu untuk menulis blog. Kalo niat BANGET mah dijamin dalam sehari bisa posting beberapa buah sekaligus, kalo niat AJA lumayanlah sehari satu, kalo CUKUP niat yaaa seminggu ada 3-5 posting udah bagus, kalo GAK NIAT dijamin deh, cuma buang2 domain aja! Kan sayang banget domain-nya! (hmm, curhat dikit nih ya, saya pengen bangetbanget pake alamat www.yurika.wordpress.com, ternyata udah unavailable, langsung saya lari ke TKP pengen liat kaya gimana si bentuknya, eh ternyata eh ternyata itu isinya cuma satu posting ‘Hello World, Welcome to Wordpress.com, this is your first post, edit or delete it and start blogging! DAMN!!!)

blogSPOT dan wordPRESS

Posted in tentang semua on March 16th, 2009

Setelah hampir sekian bulan bingung menentukan pilihan antara si doi dan si doi, eh salah ding, antara blogspot dan wordpress, akhirnya saya menyerah dan memilih menggunakan keduanya! Ha ha ha, konyol memang, tapi bagaimana lagi, walaupun saya sudah mendengar, mencari, dan bertanya tentang perbandingan antar keduanya dari orang awam bahkan para ahli, tetap saja tak puas rasanya kalau tak mencoba membandingkannya sendiri, dengan cara satu-satunya yaitu, menggunakan keduanya. Ha ha ha.

Jujur, saya sudah merasa sangat puas dengan blogspot saya, tapi ada satu kelebihan WP yang membuat saya ngacay-sengacay-ngacay-nya, yaitu adanya fasilitas posts protected! Haduh, itu seru sekali, ingin sekali. Fasilitas itu telah mengobrak-abrik keyakinan saya pada blogspot! Seandainya saja blogspot sudah memiliki fasilitas ini, no more reason deh untuk gak mempercayakan pikiran saya sepenuhnya pada blogspot, yang telah sebelumnya menyentuh seluruh spot spot tubuh saya. Ha ha ha.

Ok, untuk kalian yang juga masih bingung seperti saya, ada baiknya kalian membuka link  ini, di sini digambarkan secara terperinci perbandingan antar keduanya yang lengkap kap kap.

Bagi saya sendiri sih sudah jelas, kasat mata pun dapat terlihat, blogspot dan wp itu berbeda titik beratnya, tujuan, dan segmen pengguna-nya pun tidak sama. Bagi mereka yang memfokuskan/mengorientasikan blog sebagai media untuk membaca, tulis menulis, curhat-curhatan, dan keluarganya, maka WP merupakan pilihan yang bijak. Sedangkan bagi mereka yang menyukai perintilan, menggemari kreativitas, dan berharap memiliki own style, atau bahkan menjadikan blog sebagai wahana fantasi, eh, wahana bisnis maksud saya, maka blogspot-lah jawabannya J

Semuanya dikembalikan pada tujuan kalian membuat blog. Apapun pilihan kalian, yang terpenting adalah rajin-rajin ngupdatenya ya! Ngapain punya blog banyak-banyak kalo gak diurus, itu sama aja kaya kalian suka bikin anak tapi gak mau ngurus! Ha ha ha J

The Curious Case of Benjamin Button

Posted in tentangtainment on March 7th, 2009

Buat yang gak sempet nonoton di bioskop, saya sarankan untuk menyempatkan diri nonton smart movie ini lewat dvd! Berikut beberapa petikan dialog yang ‘asik’ banget :) *love it!*

Daisy: You’re so young.

Benjamin Button: Only on the outside.

Benjamin Button: Your life is defined by its opportunities… even the ones you miss.

Benjamin Button: It’s a funny thing about comin’ home. Looks the same, smells the same, feels the same. You’ll realize what’s changed is you.

Benjamin Button: I wanna remember us just as we are now.

Benjamin Button: For what it’s worth: it’s never too late or, in my case, too early to be whoever you want to be. There’s no time limit, stop whenever you want. You can change or stay the same, there are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it. I hope you make the best of it. And I hope you see things that startle you. I hope you feel things you never felt before. I hope you meet people with a different point of view. I hope you live a life you’re proud of. If you find that you’re not, I hope you have the strength to start all over again.

Captain Mike: You can be as mad as a mad dog at the way things went. You could swear, curse the fates, but when it comes to the end, you have to let go.

Benjamin Button: Some nights, I’d have to sleep alone. I didn’t mind, I would listen to the house breathin’. All those people sleepin’. I felt… safe.

Benjamin Button: You never know what’s coming for you.

think positive positively! #komitmen pribadi#

Posted in tentang aku on March 1st, 2009
luar biasa sulitnya menerapkan pola berpikir positif. sebenernya gak susah sih, tapi kalo qta lagi berada di sikon yang ‘the lowest of the low’, hal itu emang sushi banget! kemampuan generalnya sih cuma bisa meratap-tatap-i aja, bermuram durja-lah pokonya, seperti ingin mati mungkin *mungkin loh ya…*. wajar sih, gpp juga kalo emang belum mampu, gimana lagi, nikmati aja tar juga ada proses dan tahapannya sendiri, mpe akhirnya kalian gak lagi pengen berada di sikon seperti itu, berusaha mencari dan mencari, walopun jatohnya mungkin jadi terpaksa..but sometimes, keterpaksaan itu tidak selalu berakhir buruk, bahkan sering ada baiknya juga :) *apalagi untuk kita orang indonesia yang memiliki darah pemalas, kalo gak dipaksa ya gak jalan..eh, ato cuma gwe aja yang gitu ya? hihiihihii*

ok, kemarin2 saya sempat berada dalam situasi itu, berat sekali rasanya. namun SAAT INI saya sudah bangun. bangun sebangun-bangunnya. karena saya memang ingin bangun. karena itu saya bangun, saya tahu saya mampu untuk bangun.

saya mulai itu dengan sebuah kesadaran bahwa thinking is like breathing: it goes on night and day and you can’t stop it. but you can change it. you can breathe slowly and deeply or shallowly and quickly. you can breathe any way you want. but you can’t stop. hal yang sama juga berlaku saat kita berpikir. you can say something stupid or depressing to yourself; you can say something intelligent or inspiring to yourself; but you can’t stop thinking entirely.

so when you find yourself disliking the content of your thoughts, instead of trying to stop yourself from thinking a thought, try to direct your thoughts. yup! saya mulai dengan mengendalikan pikiran, dan mengarahkan pikiran saya.

saya juga mulai memulai melakukan beberapa kebutuhan essensial yang selama ini telah saya acuhkan. tahapan ini membuat saya berpikir dan bertekad, hanya satu, saya ingin menjadi manusia yang lebih baik in persona bagi diri saya sendiri. bukan untuk orang lain, namun untuk diri saya sendiri. saya memang baru memulai, saya memang baru belajar, bagi sebagian orang mungkin menganggap saya telat, tapi tidak ada sebuah kata terlambat untuk apapun juga. bahkan dosa yang sudah diperbuat pun masih dapat diampuni :)

ini komitmen diri yang saya dokumentasikan. bukan hanya untuk dibaca lalu terlupakan, namun sebagai pengingat bagi diri saya yang baru belajar ini, agar selalu ingat dan ingat, setia pada komitmen ini. saya percaya, niat baik akan selalu ada jalannya, saya percaya bahwa tak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan, saya percaya roda yang berputar dalam berbagai sisi, saya percaya di balik setiap air mata yang terurai akan segera ada tawa yang tergerai, saya percaya pada harapan, saya percaya pada kekuatan pikiran, saya percaya prinsip tanam dan tuai, dan saya percaya pada doa. saya berdoa dan berusaha.

terimakasih bagi kalian yang terlanjur membaca, terlepas dari mengerti atau tidak-nya, hehehe..namun saya tetap minta doa dan dukungan kalian semoga saya dapat secara disiplin melaksanakan komitmen tersebut. terimakasih banyak :)

oohhh BOGORku :(

Posted in tentang semua on February 26th, 2009
hari ini mutermuter kota bogor seharian. ada beberapa hal yang membuat saya tertegun.
1. jumlah angkot yang seperti arus urbanisasi ke kota jakarta dari berbagai daerah. banyak banget gela! satu trayek ada puluhan plat. sekali ngetem, belasan ngantre. yaolloh mo naek angkot jadi kaya mo beli baju, “dipileh, dipileh” mana yang cocok dengan hati. abangnya yang kasep, abangnya yang ganjen, abangnya yang keabang2an? nah loh! ada juga yang full sound system, naek angkot berasa di XXI, pernah naek gak lo? hahahha..gileeee bener dah persaingan di antara sesama angkotan. untung tu mobil2 warnanya kudu seragam, IJO*walopun bikin efek ni kota makin buaya, udah ada KRB, angkot, lengkap dah* kalo gak, MATEeee!! masa iya jadi warna warni? tar saya gak berasa di bogor lagi tapi mungkin di surga. hahhahaahha.
2. jumlah pengemis yang semakin sore semakin malam semakin melonjak seperti arus mudik ke kota2 di pulau jawa saat musim lebaran. OMG. bisa gitu ya? saya hari ini sekitar lima kali mengitari jalur yang sama*jangan bayangkan bahwa itu dilakukan secara terusmenerus*.dari pagi, siang, sore, kemudian malam. dan ternyata oh ternyata…jumlahnya betul-betul melonjak secara pasti. awalnya dua kemudian empat kemudian delapan, kemudian belasan. seperti amoeba*tiba2 geli membayangkan amoeba yg membelah diri*. gimana lagi, namanya juga orang usaha, saya tak ingin berbicara banyak tentang itu karena akan berkepanjangan. heuheu. pokonya, yukkkkkk membelah diri menjelang malam :)
3. jalanan di kota bogor yang semakin ancur merata di seluruh penjuru. gileeee bener. sapa yang nyolok walikota ini “lagi”? ampun bener deh. jabatan udah di tangan “lagi”. lima tahun “lagi”. tapi tampilan fisik kota bogor yang betul2 langsung dirasakan masyarakatnya sama sekali belum terjamah. gimana sih. ampun deh. kalo cuma di satu jalan sih gapapa, tapi ini hampir di semuanya. TERLALU. mending rusaknya kecil, nah ini segede gaban, sekali masuk lgs bikin ban mobil kandas. gileeeee…malu rasanya kalo begini terus, saya sebagai masyarakatnya saja bisa merasa malu, apa rasa pak walkot ya? ck ck ck…

sekian dulu report berita hari ini. sampai jumpa lagi di laporan berikutnya. cintai kulit indahmu, eh salah, cintai kota bogor lumigar mekarmu :)

we are no good at not loving each other :)

Posted in tentangtainment on February 25th, 2009

baru selesai nonton dvd kedua untuk hari ini, the sisterhood and the travelling pants setelah sebelumnya nonton my sassy girl versi hollywood, hehehe. lumayan, hasil akhirnya yah ‘cuma’ nonton aja, fun, cute, thatsit. film pertama ceritanya tentang sesuatu yang gwe sama sekali gak percaya ada di dunia ini. hahhhaha, kembali lagi bersama setelah satu tahun berpisah dengan rasa yang sama bahkan lebih? no, i don’t believe it at all. gak mungkin. one in a million perhaps. jadi crunchy rasanya waktu nonton karena akhir yang seperti itu. “If we never see each other again, and one day, you feel a certain presence beside you… that would be me, loving you wherever I am”, gwe cuma suka bagian ini, “We have to stay alive, because we have to see how the story ends”, sama “Destiny is the bridge you build to the one you love.” jadi semangat setelah denger itu, LOH! film kedua, so much better, walopun ‘cuma’ gitu aja, tapi fun. mungkin karena girl things bgt kali ya, hehehe :) You need to have a little faith, Tibby. Not everyone you love is going to leave you”, ada tiga dialog yang gwe suka, HAHAHA, dasar peyempuan! yang ini ni :



Leo : Interesting jeans, Lena.

Lena : Oh… Yeah. It’s a long story.

Leo : I like long stories… Well, maybe you could tell me over dinner sometime.

Lena : I like dinner.

Leo : Yeah?

Lena : Yeah.

Leo : Great.

Kostos : We are no good at not loving each other…

Lena : I tried. I tried, but I couldn’t.

Kostos : I tried too…

[after finishing the play]

Ian : Carmen, that was incredible!

[Carmen kisses Ian]

Ian : Sometimes words fail…

[He kisses her back]



"hari bahasa ibu internasional"

Posted in tentang studi on February 21st, 2009

Saya baru tahu kalau hari ini adalah HARI BAHASA IBU INTERNASIONAL :)

Ha? Maksudnya? Awalnya juga saya tidak mengerti, tapi ingin mengerti, hehe, alhasil googling-lah saya barusan dan ini hasilnya:

Pertama, apa yang dimaksud dengan bahasa ibu? Berdasarkan Wikipedia, dikatakan bahwa, “Bahasa ibu (bahasa asli, bahasa pertama; secara harafiah mother tongue dalam bahasa Inggris) adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh seseorang. Dan orangnya disebut penutur asli dari bahasa tersebut. Biasanya seorang anak belajar dasar-dasar bahasa pertama mereka dari keluarga mereka.” Kalau seperti ini, dapat saya pahami bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini masih berbahasa ibu (terutama di kota-kota yang bukan merupakan ibukota propinsi atau daerah tingkat I/II).

Terhitung sejak tahun 2000 lalu, tanggal 21 Februari secara resmi diperingati sebagai hari bahasa ibu internasional. Tujuannya jelas untuk menjaga kepunahan beragam bahasa daerah yang ada di dunia, karena faktanya, setiap tujuh hari sekali ada satu bahasa ibu yang hilang dari peredaran, atau singkatnya…MATI! Sebuah bahasa ibu dapat dianggap hilang atau mati, apabila penuturnya berjumlah kurang dari 100.000 orang.

Entah harus berbangga atau tidak, karena di antara ribuan bahasa yang ada di dunia, bahasa Jawa dan bahasa Sunda merupakan dua bahasa yang memiliki peringkat baik di dunia. Bahasa Sunda menempati peringkat 33 dari 6000an bahasa ibu yang ada di dunia dengan jumlah penutur sekitar 17 juta orang, sedangkan bahasa Jawa dengan penutur sekitar 21 juta orang.

Itu hanyalah sekelumit kecil hal yang patut kita syukuri, karena menurut penelitian yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2007, dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, terjadi penurunan jumlah bahasa ibu seperti di Papua dari 273 bahasa menjadi 271 bahasa, di Sumatera dari 52 bahasa kini 49 bahasa, dan di Sulawesi dari 116 bahasa turun menjadi 114 bahasa.

Saya jadi penasaran, sebenarnya berapa jumlah total semua bahasa ibu yang ada di Indonesia? Berikut data yang menarik dari UNESCO pada tahun yang sama: saat ini terdapat sekitar 6.000 bahasa yang digunakan di seluruh dunia, tetapi bahasa-bahasa tersebut terbagi diantara penduduk dunia secara tidak merata. Lebih dari 90% penduduk dunia yang berjumlah 6 milliar hanya menggunakan sekitar 300 bahasa saja, di antaranya bahasa Hindi, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Bahasa-bahasa tersebut sering disebut sebagai bahasa mayoritas. Kurang dari 10% dari total penduduk dunia berbicara dengan menggunakan sisanya yaitu 5.700 bahasa sebagai bahasa minoritas. Dari semua bahasa minoritas ini, 3.481 (61%) ditemukan di kawasan Asia dan Pasifik. Dari 6 ribu bahasa yang sudah diketahui saat ini, 61 persennya merupakan bahasa yang digunakan di kawasan Asia Pasifik, dan 726 lebih di antaranya di pakai di wilayah Indonesia.

Berikut beberapa artikel menarik yang membahas tentang ini dengan baik, klik di sini.

Membaca semakin banyak mengenai hal ini, saya merasa semakin berkewajiban untuk membiasakan diri kembali menggunakan bahasa ibu saya, (bukan bahasa ibu-mama saya plis, saya tidak sanggup untuk bahasa itu!hehe). Selama ini, teman-teman selalu mengatakan bahwa saya ‘bogor’ banget (maklum kuliah di depok, kebetulan yang isinya sebagian besar ageje-ageje getooo, hihihiiii). Mengingat hal itu saya jadi senang dan merasa bangga, karena tanpa sadar setidaknya saya telah membantu meng-eksis-kan bahasa Sunda di lingkungan saya tanpa maksud dan tujuan tertentu, yeAy!!

Saya berharap, kita tetap bisa melestarikan asset budaya negeri ini, yang semakin lama semakin berkurang. Boleh berbangga diri mampu menggunakan bahasa Inggris (atau bahkan Mandarin bagi saya), tapi jangan lupakan bahasa awal yang mengantarkan saya mampu belajar kedua bahasa asing tersebut, hehehe…Jangan sampai semakin banyak bahasa-bahasa ibu yang mati bunuh diri (language suicide) karena ditinggalkan oleh penuturnya :(